Dewata6

-

Call:087762536261

infodewata6@gmail.com

Pesona Nusantara 2025: HAKAN Perkuat Identitas Budaya dan Perjuangkan Kepastian Status Anak Keluarga Antar Negara

Minggu, 07 Desember 2025

Dewata6

foto : Kegiatan HAKAN di Sangam Bali

HAKAN Dorong Perpanjangan Batas Usia Kewarganegaraan dan Penguatan Identitas Anak Keluarga Antar Negara

GIANYAR - Perkumpulan Harapan Keluarga Antar Negara (HAKAN) menutup agenda akhir tahun 2025 dengan menggelar kegiatan budaya bertajuk “Pesona Nusantara 2025”, di Sangam Bali, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Sabtu (6/12/2025). Acara ini dihadiri berbagai pengurus pusat maupun daerah, perwakilan komunitas, serta keluarga anggota HAKAN.

Ketua Umum HAKAN Analia Trisna

Dalam sambutannya, Ketua Umum HAKAN, Analia Trisna, menjelaskan HAKAN terus menyuarakan perbaikan aturan kewarganegaraan, khususnya terkait batas usia pemilihan kewarganegaraan bagi anak eks WNI berstatus ganda terbatas.

Menurutnya, batas usia yang saat ini berhenti pada 21 tahun sudah tidak relevan dengan perkembangan global. HAKAN mengusulkan agar batas tersebut diperpanjang hingga 26 tahun. "Sehingga anak-anak memiliki ruang yang lebih memadai untuk menentukan identitas kewarganegaraannya," kata Analia.

Analia menambahkan, HAKAN telah dua kali berpartisipasi dalam RDPU bersama fraksi dan komisi terkait di Senayan untuk menyampaikan masukan tersebut. “Harapan kami sederhana: ketika mereka kembali ke Indonesia, proses administrasi dan naturalisasi tidak dimulai dari nol. Mereka tetap anak bangsa,” ujarnya.

foto Ketua DPD HAKAN Provinsi Bali Melany Dian Risiyantie sebelah Kiri bersama Marlina Susiana Ernawati Netar sebelah Kanan

Ketua HAKAN Provinsi Bali, Melany Dian Risiyantie, mengungkapkan kegiatan Pesona Nusantara bukan hanya pagelaran budaya, namun juga sarana mempererat jaringan keluarga dan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai identitas Indonesia. “Anak-anak keluarga antar negara membawa darah Indonesia. Negara perlu melihat mereka sebagai aset yang kelak bisa berkontribusi setelah mengenyam pendidikan di luar negeri,” ujarnya.

Foto Bersama dengan Para Penari Caci

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya, disusul penampilan Dance Nusantara oleh YPAC Bali dan Tarian Caci dari Manggarai, NTT yang membawa suasana khas tradisi Nusantara ke tengah para hadirin.

Peresmian Youth HAKAN: Wadah Generasi Muda Multikultural

Salah satu agenda utama pada kegiatan ini adalah peluncuran Youth HAKAN, komunitas bagi anggota muda berusia 17 tahun ke atas. Concetta Marlina Marzano terpilih sebagai ketua pertama.

Concetta Marlina Marzano Tengah menerima Piagam dari Ketua Umum HAKAN sebagai Ketua Youth

Dalam kesempatan itu, Concetta menekankan pentingnya kepastian hukum bagi anak-anak keluarga antar negara. “Kami membutuhkan jaminan agar kami dapat hidup, belajar, dan bekerja di Indonesia tanpa hambatan administratif yang rumit. Ini adalah bagian dari mimpi kami sebagai generasi yang ingin tetap terhubung dengan tanah kelahiran orang tua kami,” katanya.

Kolaborasi Sponsor dan Apresiasi Budaya

Penyelenggaraan acara mendapat dukungan dari berbagai sponsor, mulai dari lembaga hukum, sekolah internasional, pelaku usaha kuliner, hingga institusi kesehatan. Dukungan tersebut memungkinkan rangkaian acara berlangsung lancar selama empat jam.

Di akhir acara, para tamu VIP menerima selendang khas Manggarai sebagai tanda penghargaan budaya. Suasana kebersamaan tampak kuat ketika seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama. (wat)


Berita Terkini