KSU Sedana Satya Jaya Tumbuh Positif: Aset Berhasil Tembus Rp13 Miliar, SHU Rp 224 Juta
*RAT adalah kewajiban pengurus. Undang-undang sudah mengamanatkan laporan harus disampaikan kepada anggota. Karena itu kami di KSU Sedana Satya Jaya selalu konsisten dan tidak pernah absen melaporkan kinerja keuangan
Senin, 23 Februari 2026
BANGLI — Kinerja menggembirakan ditunjukkan KSU Sedana Satya Jaya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Wantilan Desa Adat Selat Nyuhan, Bangli. Di tengah persaingan sektor simpan pinjam yang semakin ketat, koperasi ini mampu mencatat pertumbuhan positif dengan total aset menembus Rp13 miliar dan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp224 juta setelah pajak.
Ketua KSU Sedana Satya Jaya, I Dewa Made Jiwa, saat ditemui di sela kegiatan RAT menegaskan bahwa pelaksanaan rapat anggota merupakan kewajiban organisasi sesuai regulasi yang berlaku.
“RAT adalah kewajiban pengurus. Undang-undang sudah mengamanatkan laporan harus disampaikan kepada anggota. Karena itu kami di KSU Sedana Satya Jaya selalu konsisten dan tidak pernah absen melaporkan kinerja keuangan,” ujarnya.
SHU Dibagikan Merata kepada Anggota
Selain laporan pertanggungjawaban, koperasi juga membagikan souvenir kepada anggota sebagai bentuk apresiasi. Pembagian dilakukan merata kepada anggota aktif.
Menurut Jiwa, pemilihan souvenir disesuaikan dengan kebutuhan riil anggota di desa.
“Kami survei dulu apa yang paling dibutuhkan anggota. Biasanya perlengkapan rumah tangga atau sarana upacara. Intinya kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Saat ini jumlah anggota aktif tercatat sekitar 140 orang.
Dorong Peningkatan Simpanan Wajib
Ke depan, pengurus akan melakukan klasifikasi terhadap anggota yang kurang aktif, sekaligus mendorong peningkatan modal sendiri koperasi melalui penguatan simpanan wajib.
Ia menjelaskan, secara ideal porsi modal anggota seharusnya mencapai 40 persen dari aset. Namun kondisi saat ini masih perlu digenjot.
“Kami menargetkan simpanan wajib minimal Rp5 juta per anggota. Ini sudah disetujui dalam rapat. Tujuannya untuk memperkuat modal sendiri,” tegasnya.
Bagi anggota yang belum mampu, skema cicilan tetap dibuka agar tidak memberatkan.
Hadapi Persaingan dan Gempuran KUR
Di tengah maraknya kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan, Jiwa mengakui tantangan koperasi simpan pinjam semakin berat. Meski demikian, pihaknya bersyukur kinerja tetap terjaga.
“Tahun 2025 ini outstanding kredit kami sekitar Rp11 miliar lebih. Di tengah persaingan ketat, kami masih bisa menjaga pertumbuhan,” ungkapnya.
Untuk tahun mendatang, pengurus menargetkan SHU meningkat menjadi sekitar Rp230 juta setelah pajak.
“Tidak muluk-muluk, yang penting ada peningkatan sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun mengingatkan anggota agar tidak hanya berharap pembagian SHU, tetapi juga siap menanggung risiko bila koperasi mengalami kerugian.
“Ini usaha bersama. Kalau untung dinikmati bersama, kalau rugi juga harus bertanggung jawab bersama. Rasa memiliki itu yang harus diperkuat,” pesannya.
Pengawas: Kerja Sama Berjalan Baik
Sementara itu, Anggota Badan Pengawas Koperasi, I Dewa Gede Redita, menyampaikan bahwa fungsi pengawasan selama ini berjalan kondusif.
“Koordinasi antara pengurus, pengawas, dan karyawan berjalan baik. Ke depan kerja sama seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap program kepada anggota selalu disesuaikan dengan kemampuan keuangan koperasi dan dibagikan secara merata.
Saat ini jumlah anggota tercatat sekitar 146 anggota aktif dan lebih dari 300 anggota kurang aktif.
Edukasi Modal melalui Skema Kredit
Terkait rencana peningkatan simpanan hingga Rp5 juta, Redita menilai edukasi kepada anggota menjadi kunci. Pengawas mendukung penggunaan skema kredit atau cicilan agar target modal dapat tercapai tanpa membebani anggota.
“Sebagian anggota memang belum memiliki dana sekaligus. Karena itu bisa dicicil harian atau bulanan. Yang penting komitmennya,” jelasnya.
Optimistis 2026 Lebih Baik
Menutup keterangannya, Redita menyatakan optimisme terhadap prospek koperasi ke depan.
“Kami optimis tahun 2026 koperasi akan terus tumbuh. Kuncinya kebersamaan dan komitmen anggota,” tegasnya.
Dengan capaian positif tahun buku 2025, KSU Sedana Satya Jaya menegaskan posisinya sebagai koperasi desa yang tetap tangguh, adaptif, dan bertumpu pada semangat kebersamaan anggota.
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait