Wakil Ketua I DPRD Gianyar I Made Suteja: Temesi Waterfall Investasi Strategis untuk Budaya dan Kesejahteraan Warga
* Keberadaan air terjun ini bukan sekadar tempat rekreasi baru, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang lahir dari kemandirian masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan alam.
Senin, 09 Februari 2026
GIANYAR – Perayaan ulang tahun kedua objek wisata Temesi Waterfall menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat di Desa Temesi. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gianyar, I Made Suteja, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga yang berhasil menyulap potensi alam menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
Menurut Suteja, keberadaan air terjun ini bukan sekadar tempat rekreasi baru, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang lahir dari kemandirian masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan alam.
Mandiri Secara Ekonomi dan Budaya
Dalam kehadirannya di lokasi acara pada Minggu (8/2/2026), Suteja menegaskan bahwa keberhasilan Temesi Waterfall adalah bukti nyata partisipasi publik. "Ini adalah wujud tanggung jawab kolektif. Masyarakat tidak hanya membuka lahan, tapi membangun masa depan desa melalui pelestarian budaya dan penguatan sektor pariwisata," ujar legislator yang juga menjabat sebagai Penasihat FORKOM Desa Temesi tersebut.
Destinasi ini telah mengembalikan kepercayaan diri generasi muda setempat untuk membangun tanah kelahiran mereka sendiri.
Kekuatan SDM: Dari Pemandu Wisata hingga Politisi
Salah satu pilar utama kemajuan Desa Temesi terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Suteja mengungkapkan bahwa sekitar 20% warga desa memiliki pengalaman mumpuni di industri pariwisata.
Suteja sendiri berbagi kisah inspiratif mengenai latar belakangnya di dunia pariwisata sebelum terjun ke politik:
1990 – 2007: Menjadi pemandu wisata (guide) Bahasa Inggris. Dengan keahlian Khusus: Menguasai Bahasa Rusia, sebuah kemampuan langka yang hanya dimiliki segelintir orang di Kecamatan Gianyar waktu itu.
"Lanskap Temesi itu unik. Kita punya paket lengkap; bisa melihat gunung, laut, hingga momen matahari terbit dan terbenam dalam satu kawasan. Potensi alam ini harus dikelola oleh tangan-tangan profesional," jelasnya.
Pesan untuk Pengelola: Transparansi adalah Kunci
Menutup arahannya, I Made Suteja memberikan tiga pesan utama bagi manajemen Temesi Waterfall agar terus bertumbuh:
Profesionalisme: Mengelola destinasi dengan standar pelayanan yang tinggi.
Transparansi: Menjaga tata kelola keuangan dan manajemen yang sehat demi kepercayaan warga.
Promosi Visioner: Memperluas jangkauan pemasaran agar kontribusi terhadap pendapatan desa semakin meningkat.
"Jika dikelola dengan visi yang jelas, Temesi Waterfall akan menjadi aset berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkini
Terpopuler
Kisah Mengharukan Cok Agusnawa, Bukakan Pintu Rumah untuk Puluhan Anak Kurang Mampu Selama 20 Tahun
32 Tahun Mengabdi sebagai Guru, I Dewa Putu Gde Sadia Siap Mengabdi sebagai Calon Perbekel Tulikup
Anjasmara Asmaradana Prasetya Resmi Membuka Yoga Teacher Training Shantisena AGP Angkatan Baru 2026
Berita Terkait