Deputi Pengawasan Kemenkop RI Puji KSP Jumari atas Kinerja Sehat, Tata Kelola Baik
*Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jujur Utama Mandiri (Jumari) dinilai mampu menjaga kesehatan usaha, transparansi pengelolaan, serta konsisten menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Kamis, 05 Februari 2026
DENPASAR, DEWATA6 - Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia memberikan penilaian positif terhadap kinerja Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jujur Utama Mandiri (Jumari) yang dinilai mampu menjaga kesehatan usaha, transparansi pengelolaan, serta konsisten menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop RI, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Si., saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna Tahun Buku 2025 yang dirangkaikan dengan peringatan 10 tahun berdirinya KSP Jumari di Denpasar, Rabu (4/2/2026).
Menurut Herbert, KSP Jumari merupakan contoh koperasi simpan pinjam yang berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan bisnis secara seimbang, sehingga mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami mendorong KSP Jumari agar terus menjadi sumber pembiayaan bagi anggota, terutama yang bergerak di sektor produktif seperti UMKM. Pembiayaan koperasi idealnya difokuskan pada kegiatan produktif, bukan konsumtif,” tegas Herbert.
Ia menekankan bahwa pembiayaan konsumtif untuk kegiatan seremonial atau kebutuhan sesaat sebaiknya diminimalisasi. Sebaliknya, koperasi harus hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat melalui pembiayaan usaha yang mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Dalam kesempatan tersebut, Herbert juga menyoroti capaian KSP Jumari yang dinilai sangat positif dari sisi pertumbuhan aset dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Hingga akhir tahun buku 2025, KSP Jumari tercatat memiliki aset sekitar Rp 74,4 miliar lebih, dengan SHU yang dibagikan kepada anggota mencapai sekitar Rp 700 juta.
“Untuk koperasi yang sudah berjalan 10 tahun, capaian ini sangat baik. Artinya, tata kelola, pengawasan internal, dan manajemen usaha berjalan dengan benar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herbert menilai pengalaman KSP Jumari yang telah melalui berbagai dinamika selama satu dekade menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional. Hal ini dinilai relevan dengan program prioritas nasional Koperasi Merah Putih, yang masih tergolong baru dan membutuhkan pendampingan.
“Koperasi Merah Putih ini baru berjalan, sementara KSP Jumari sudah jatuh-bangun selama 10 tahun dan terbukti mampu bertahan serta berkembang. Ini sangat tepat untuk menjadi role model dan mitra pendamping,” jelasnya.
Salah satu bentuk kontribusi konkret KSP Jumari adalah melalui program sekolah anggota, yang tidak hanya diperuntukkan bagi internal koperasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pengurus, pengawas, dan pengelola Koperasi Merah Putih. Program ini dinilai sejalan dengan upaya penguatan kapasitas SDM koperasi yang berkelanjutan.
Dari sisi pengawasan, Herbert juga mengingatkan agar KSP Jumari tetap fokus pada core business dan tidak terlalu cepat melakukan ekspansi wilayah.
“Saran kami, fokus dulu di Bali. Segmentasi pasar di Bali sangat bagus. Kalau sudah benar-benar besar dan kuat, nanti pada waktunya bisa berkembang ke tingkat nasional,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah KSP Jumari yang telah mulai menerapkan “digitalisasi layanan koperasi”, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan dan keanggotaan koperasi.
"Dengan digitalisasi dan pelibatan generasi muda, koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga lama, tetapi sebagai badan usaha modern yang relevan dengan Gen Z dan Gen Alpha,” tambahnya.
Herbert berharap, dengan pengawasan yang konsisten, tata kelola yang baik, serta fokus pada pembiayaan produktif, KSP Jumari dapat terus meningkatkan aset, memperluas manfaat bagi anggota, dan menjadi salah satu koperasi unggulan nasional yang tumbuh dari daerah.
“Kami berharap KSP Jujur Utama Mandiri terus menjaga kinerja, memperkuat pengawasan internal, dan menjadi contoh koperasi sehat yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan anggota,” pungkasnya.
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait