Dewata6

-

Call:087762536261

infodewata6@gmail.com

Bali Fashion Trend 2025 Hari Keempat: Panggung Desainer Nusantara hingga Suara Lingkungan

Senin, 22 Desember 2025

Dewata6

Caption foto : Penampilan peserta dalam sesi parade busana Bali Fashion Trend 2025 di Ubud, Gianyar, Minggu (21/12/2025).

Empat Sesi Parade Busana Meriahkan Hari Keempat Sekaligus Penutup BFT 2025

GIANYAR - Ajang Bali Fashion Trend (BFT) 2025 memasuki hari keempat sekaligus penutup pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan menghadirkan rangkaian parade busana kreativitas fashion Indonesia, yang digelar di Onyx Park Resort, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, perhelatan ini menampilkan para desainer dari berbagai daerah hingga karya mahasiswa desain mode.

Sejak siang hingga malam, BFT 2025 menyuguhkan empat sesi parade busana yang memadukan kekayaan budaya Nusantara, eksplorasi desain kontemporer, serta pesan keberlanjutan lingkungan.

Parade Hari Keempat: Ragam Identitas dan Eksplorasi Gaya

Parade hari keempat dibuka pukul 14.30 Wita, menghadirkan karya dari Nilamoo for Mojo Kebaya, Riki Damanki, Sevira, Dilla by Adhamode, Inwa Raki Tenun, Haze Be Wear by Harry Hasibuan, Sofie, serta kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sesi berikutnya menampilkan Kamaku, R. Rafleni, Adheshunda, Sadina x Malaka, Inen Signature, Risma Marpaung, De Irma, dan Irma Lumiga, yang menyuguhkan pendekatan desain modern dengan sentuhan tradisi.

Parade kemudian dilanjutkan oleh Neli Gunawan x Bounty & Weave, Lisa Fitria x WMG x Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, PA by Indina, Up Rising by BPI Pematang Siantar, serta View by Vielga. Pada sesi malam, panggung BFT 2025 ditutup oleh Shaznash for Heri, Washbe by Gazelle, Riris Giorfi x D2 Bali, dan Fomalhaut Zamel.

foto : prees conference hari keempat Bali Fashion Trend 2025

Perayaan Seni, Kerajinan, dan Ekspresi yang Tulus

“Wholeheartedly” menandai hadirnya koleksi 2025 Neli Gunawan - sebuah penghormatan terhadap ketulusan, keberanian artistik, dan keindahan dalam mengekspresikan diri secara utuh. Terinspirasi dari perjalanan hidupnya melalui seni tarik suara, tari, seni rupa, puisi, hingga desain busana, koleksi ini menjadi bukti kedalaman rasa dan kejujuran dalam setiap karya.

Musim ini menampilkan palet warna yang hidup, motif menyerupai sapuan kuas, serta bunga-bunga yang bermekaran melalui organza lembut dan jacquard mewah. Setiap siluet bergerak seperti kanvas yang bernapas-lembut namun tegas, modern tetapi tetap romantis-mengajak penonton memasuki dunia di mana emosi menjadi bentuk.

Kolaborasi Istimewa dengan Bounty & Weave

Koleksi ini diperkaya oleh kolaborasi spesial dengan Bounty & Weave, merek yang dikenal melalui tekstur rotan dan bambu buatan tangan dengan nuansa tropis kontemporer. Setiap tas yang diciptakan-lahir dari proses lambat, ritual harian, dan kerajinan penuh kesadaran-selaras dengan filosofi wholehearted yang menjadi inti karya Neli.

Di balik merek ini berdiri Isti Wayang, sosok dengan tekad kuat dan jiwa seni mendalam. Dari detail yang disempurnakan hingga larut malam hingga keberanian mewujudkan mimpi besar, ia membangun Bounty & Weave dengan semangat ketekunan, warisan budaya, dan dedikasi pada kerajinan bermakna. “Kesuksesan sejati dibangun dengan tujuan, bukan jalan pintas.” — Isti Wayang

Didirikan dengan misi memperkenalkan kekayaan kerajinan dan keindahan alam Indonesia ke dunia, Bounty & Weave terus menghadirkan desain berjiwa tradisi dengan sentuhan modern. Setiap karya menjadi penghormatan terhadap hidup yang penuh kesadaran.

Ketika Seni Bertemu Warisan Kerajinan

Sinergi antara perjalanan artistik Neli Gunawan dan craftsmanship Bounty & Weave menciptakan dunia di mana mode mekar bebas, warna mengalir tanpa batas, dan setiap detail-kain, motif, hingga anyaman—diciptakan dengan niat tulus.

Wholeheartedly mengundang Anda memasuki dunia ini-untuk mengenakan ekspresi diri yang paling jujur dan penuh makna.

Karya Mahasiswa ISI Bali: Merayakan Keberagaman Indonesia

Sorotan utama hari penutup datang dari mahasiswa Program Studi Desain Mode ISI Bali. Mereka mempersembahkan koleksi Ready to Wear Deluxe bertajuk “12.03.12”, mengangkat tema besar Diversity of Indonesia.

Koleksi ini menjadi penanda perjalanan Program Studi Desain Mode ISI Bali yang berdiri pada 12 Maret 2012, sekaligus simbol kesinambungan antara tradisi dan inovasi. Sebanyak 16 tampilan busana womenswear dan menswear diperagakan dengan pendekatan urban kontemporer, tanpa menampilkan unsur budaya secara literal, melainkan melalui reinterpretasi motif, struktur, dan filosofi Nusantara.

Pesan utama koleksi ini menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan yang terus relevan untuk dibaca ulang dalam konteks zaman modern.

DE IRMA Angkat Isu Lingkungan Lewat “UNHOUSE”

Isu lingkungan menjadi perhatian kuat dalam koleksi DE IRMA bertajuk “UNHOUSE”. Koleksi ini terinspirasi dari kerusakan hutan dan perampasan ruang hidup satwa di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Sumatra.

Melalui busana ready-to-wear streetwear dengan siluet asimetris dan detail unfinished, DE IRMA menyuarakan kehilangan habitat, luka ekologis, serta perlawanan terhadap deforestasi. Palet warna forest tone dan nuansa gajah Sumatra dipadukan dengan Tenun Kubang dari Sumatra Barat sebagai penghormatan terhadap kearifan lokal.

Fashion show ini menjadi medium dialog visual yang menggugah empati publik terhadap krisis lingkungan yang masih berlangsung.

Bali Fashion Trend: Lebih dari Sekadar Fashion Show

Bali Fashion Trend 2025 digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter bekerja sama dengan Onyx Park Resort, mengusung tema besar “Beyond Beauty”. Lebih dari 105 desainer nasional dan internasional, termasuk dari Malaysia, Italia, dan Iran, turut ambil bagian.

Ketua Panitia BFT 2025, Neli Gunawan, menegaskan bahwa BFT bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah ekosistem kreatif yang mempertemukan budaya, industri, dan nilai keberlanjutan.

Dengan berakhirnya BFT 2025, Bali kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu strategis bagi desainer Indonesia untuk melangkah ke pasar global, sekaligus memperkuat posisi fashion sebagai medium ekspresi budaya dan kepedulian sosial. (wat)

 


Berita Terkini