Dewata6

-

Call:087762536261

infodewata6@gmail.com

Kegiatan Lomba Mancing HUT RI ke-81 Jadi Ruang Kebersamaan, Agrowisata Tulikup Dorong Pilkel Tulikup Damai

Dari Tiga kandidat yang diundang, dua orang kandidat bisa hadir, sementara hanya satu calon berhalangan karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Kendati demikian, mereka tetap menitipkan salam dan menyampaikan dukungan terhadap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

Minggu, 16 Agustus 2026

Dewata6

GIANYAR – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tulikup, Gianyar, dikemas dengan cara yang penuh kegembiraan dan kebersamaan. Ratusan mancing mania memadati kawasan Agro Wisata Desa Tulikup, Minggu (16/8/2026), mengikuti lomba mancing berpasangan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.

 

Ketua Panitia Lomba Mancing, Ir. I Ketut Wita Wiradnya, yang juga merupakan pengelola Agro Wisata Desa Tulikup, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

 

“Waduh, kami sangat bersyukur sekali. Sebagai komunitas Agrowisata Berigup yang notabene merupakan milik desa, kami dalam rangka menyambut hari kemerdekaan mengundang para mancing mania untuk ikut memeriahkan kegiatan ini,” ujar Wita Wiradnya.

 

Menurutnya, antusiasme masyarakat di luar perkiraan panitia. Jika pada awalnya peserta diprediksi hanya berjumlah beberapa puluh orang, ternyata jumlahnya membeludak hingga mendekati ratusan peserta.

 

“Kami sangat bangga. Prediksi kami awalnya hanya beberapa puluh orang, ternyata hampir ratusan yang ikut. Ini menunjukkan masyarakat sangat antusias dan membutuhkan ruang untuk berkumpul, bergembira dan mempererat kebersamaan,” katanya.

 

Jadi Ruang Memperkenalkan Calon Pimpinan Desa

 

Menariknya, kegiatan lomba mancing tersebut juga menjadi momentum mempertemukan tiga para calon pimpinan Desa Tulikup. Pihak Agro Wisata secara resmi mengundang para kandidat untuk hadir dan menyaksikan langsung kegiatan masyarakat.

 

Dari Tiga kandidat yang diundang, sebagian dapat hadir, sementara hanya satu calon berhalangan karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Kendati demikian, mereka tetap menitipkan salam dan menyampaikan dukungan terhadap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

 

Bagi Wita Wiradnya, kehadiran para calon pimpinan desa bukan untuk menunjukkan rivalitas politik, melainkan menjadi contoh bahwa perbedaan pilihan tidak harus melahirkan permusuhan.

 

Ia melihat para kandidat dapat hadir dalam suasana akrab, damai dan penuh kekeluargaan. Hal tersebut dinilai menjadi pesan penting bagi masyarakat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkel) di Desa Tulikup.

 

“Kami berharap masyarakat mengenal calon-calon pimpinan desa kita. Yang kami lihat, mereka sangat akrab, sangat damai. Tidak ada kesan rivalitas yang berlebihan. Justru mereka memberikan contoh bahwa di tingkat calon saja sudah bisa sedemikian baik dan akrab,” tuturnya.

 

Karena itu, pihak Agro Wisata berharap suasana tersebut dapat ditularkan kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang nantinya memiliki hak pilih.

 

“Sesungguhnya kita semua bersaudara. Jadi yang paling penting bagi kami adalah memberikan ruang dan waktu kepada calon-calon pimpinan kita untuk menyampaikan pesan bahwa tidak ada persaingan yang ekstrem. Mereka justru berdamai dan bersahabat. Maka kami sebagai calon pemilih juga harus berdamai,” tegasnya.

 

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Terpecah karena Pilkel

 

Wita Wiradnya juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Tulikup agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan politik. Menurutnya, pesta demokrasi seharusnya menjadi sarana memilih pemimpin terbaik, bukan menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan.

 

Sebagai bagian dari generasi yang lebih senior, ia berharap anak-anak muda menjadi penjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.

 

“Kami berharap kepada generasi muda, khususnya generasi muda, tetap menjaga kebersamaan dan kekeluargaan. Kita adalah Vasudhaiva Kutumbakam, kita semua bersaudara,” ujarnya.

 

Ia mengingatkan, jangan sampai perbedaan pilihan dalam Pilkel membuat masyarakat saling bermusuhan, bentrok ataupun melakukan tindakan yang justru merusak persaudaraan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

 

“Jangan sampai hanya karena Pilkel kita bentrok, kita membuat kerusuhan atau melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Besok setelah selesai dan kita sudah memiliki pimpinan baru, ya sudah, kita bersatu lagi,” katanya.

 

Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih harus diterima sebagai pemimpin bersama. Setelah proses demokrasi selesai, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun desa.

 

Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena kegiatan lomba mancing ini memperlihatkan secara langsung bagaimana masyarakat dapat berkumpul dalam suasana santai tanpa sekat pilihan politik. Mancing, canda, tawa dan kebersamaan menjadi simbol sederhana bahwa persaudaraan jauh lebih penting daripada perbedaan pilihan.

 

Bagi Agro Wisata Desa Tulikup, kegiatan memperingati HUT RI ke-81 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan merawat rasa persaudaraan.

 

“Harapan kami sederhana, siapa pun yang menjadi pimpinan nanti, masyarakat tetap bersatu. Jangan sampai persaudaraan kita hilang hanya karena perbedaan pilihan,” pungkas Wita Wiradnya.

 

Lomba mancing berpasangan itu pun akhirnya bukan sekadar soal siapa yang mendapatkan ikan paling banyak. Di balik riuh peserta dan suasana meriah, terselip pesan yang jauh lebih besar: memancing kebersamaan, merawat persaudaraan dan menyongsong Pilkel Tulikup dengan damai. 


Berita Terkini