Dewata6

-

Call:087762536261

infodewata6@gmail.com

OTC Bali Perkuat Tata Kelola, Perluas Penempatan Kerja Global dan Siapkan SDM Berdaya Saing

Selama lebih dari satu dekade beroperasi, OTC Bali telah berhasil menempatkan lebih dari 7.000 lulusan bekerja maupun magang di luar negeri, baik di darat maupun kapal pesiar

Selasa, 30 Juni 2026

Dewata6

GIANYAR – Lembaga Pelatihan Kerja/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK/LKP) Overseas Training Center (OTC) Bali menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola lembaga sekaligus memperluas peluang penempatan kerja dan magang ke berbagai negara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, serta mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Penanggung jawab (CEO) OTC Bali, I Wayan Rediyasa, SE., M.TR.Par, mengatakan sejak berdiri pada 23 Mei 2014, OTC Bali mengusung visi menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan serta terpercaya di tingkat global. Sejalan dengan visi tersebut, OTC Bali terus menjalankan misi membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.

"Kami ingin masyarakat yang belajar di OTC Bali memiliki keterampilan, pengetahuan, serta karakter yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri atau link and match. Kami juga terus memperluas kerja sama dengan industri luar negeri agar lulusan memiliki kesempatan bekerja secara legal di berbagai negara," ujarnya saat ditemui di Kampus Poltek OTC Bali, Selasa (30/6/2026).

Menurut Rediyasa, legalitas OTC Bali berada di bawah dua kementerian, yakni sebagai LKP yang mengacu pada Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan, serta sebagai LPK yang mengacu pada Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja.

Selama lebih dari satu dekade beroperasi, OTC Bali telah berhasil menempatkan lebih dari 7.000 lulusan bekerja maupun magang di luar negeri, baik di darat maupun kapal pesiar. "Data kami menunjukkan jumlahnya sudah lebih dari 7.000 orang sejak 2014. Mereka bekerja di hotel, restoran hingga kapal pesiar di berbagai negara," ungkapnya.

Fokus Benahi Tata Kelola

Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi lembaga, Rediyasa menegaskan pihaknya memilih menjadikan situasi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat internal, bukan larut dalam polemik. "Kami tidak ingin berpikir negatif kepada siapa pun. Apa pun situasinya kami jadikan pembelajaran untuk berbenah. Fokus kami adalah memperkuat tata kelola manajemen agar semakin profesional, transparan dan akuntabel," katanya.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, OTC Bali menggabungkan kekuatan dunia akademik dan pendidikan vokasi. Dua tokoh berpengalaman direkrut untuk memperkuat manajemen, yakni Prof. Dr. I Putu Astawa sebagai konsultan manajemen dan Dr. I Made Ari Astina sebagai Chief Operating Officer (COO).

Menurut Rediyasa, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri, tetapi juga memiliki karakter, etika, disiplin dan sikap profesional.

Selain itu, OTC Bali juga sedang melakukan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan industri nasional maupun internasional.

Perluas Kerja Sama Internasional

OTC Bali terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perusahaan luar negeri. Saat ini lembaga tersebut telah membuka maupun memperkuat berbagai program penempatan seperti J-1 Amerika Serikat, Selandia Baru, Prancis, Singapura, China, Hong Kong, serta sejumlah negara lainnya.

Program J-1 bahkan disebut memiliki permintaan sekitar 600 peserta setiap tahun, sementara peluang kerja juga terus berkembang di berbagai negara tujuan baru.

Melalui perusahaan penempatan internal PT Millennium Muda Mandiri, OTC Bali juga tengah menyiapkan penempatan tenaga kerja ke Kroasia, Albania, Yunani, Jepang, Turki, Doha, hingga Dubai. "Kami ingin seluruh penempatan dilakukan secara resmi dan legal. Itu prinsip kami. Kami tidak ingin ada peserta yang diberangkatkan melalui jalur yang tidak jelas karena akan merugikan semua pihak," tegasnya.

Perkuat Sertifikasi Kompetensi

Untuk menjamin kualitas lulusan, OTC Bali mengelola LSP Pariwisata Mahotama serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) Perhotelan dan Kapal Pesiar Indonesia, sehingga peserta didik memperoleh sertifikasi kompetensi sesuai standar industri.

Melalui kerja sama dengan pemerintah, tahun ini OTC Bali juga memfasilitasi sekitar 600 peserta mengikuti uji kompetensi gratis yang didukung Pemerintah Kabupaten Badung. "Kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian penting bagi kami agar lulusan memiliki sertifikat kompetensi sekaligus daya saing yang lebih tinggi," jelasnya.

Program "Kuliah Untung"

Salah satu program unggulan OTC Bali adalah Kuliah Untung, yakni konsep pendidikan yang mengombinasikan perkuliahan dengan kesempatan magang maupun bekerja di luar negeri.

Melalui program tersebut, Para Peserta Latih/Siswa Latih dapat memperoleh penghasilan selama menjalani program internasional sehingga mampu membantu biaya pendidikan bahkan mendukung perekonomian keluarga.

"Peserta magang di beberapa negara rata-rata bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Dalam waktu sekitar tiga bulan mereka sudah mampu menutup biaya kuliah, selebihnya menjadi keuntungan bagi mereka," paparnya.

Bangun Laboratorium Berstandar Internasional

Untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, OTC Bali juga membangun laboratorium hospitality berstandar internasional yang meliputi Kitchen Lab, Restaurant Lab, dan Bar Lab.

Fasilitas tersebut terdiri atas Kitchen Lab berstandar hotel bintang lima serta Kitchen Stadium, yakni dapur kompetisi yang dirancang menyerupai arena perlombaan memasak profesional.

Laboratorium ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri hospitality global yang terus meningkat sekaligus mempersiapkan lulusan dengan kemampuan praktik sesuai standar internasional.

Ajak Alumni Tidak Terpengaruh Hoaks

Dalam kesempatan tersebut, Rediyasa juga mengimbau peserta didik maupun alumni agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk isu mengenai perpindahan lembaga, proses wisuda, maupun berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan seluruh peserta didik akan memperoleh hak akademiknya sesuai ketentuan lembaga.

Dorong Persaingan Sehat

Rediyasa berharap pemerintah semakin selektif melakukan pengawasan terhadap lembaga pelatihan agar masyarakat memperoleh perlindungan dan kepastian hukum.

Ia juga mengajak seluruh lembaga pendidikan vokasi bersaing secara profesional tanpa menggunakan atau mendompleng nama lembaga lain.

"Marilah kita bersaing secara sehat dengan inovasi dan kualitas masing-masing. Tujuan kita sama, yaitu membantu pemerintah mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas SDM Indonesia, serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.


Berita Terkini