MatuRUN Jadi Agenda Tahunan, HOTR Padukan Lari dan Spiritualitas ke Besakih
“Dulu sebelum ada kendaraan, leluhur kita berjalan kaki bahkan tanpa alas. Itu yang ingin kita rasakan kembali, bukan soal kuno atau modern"
Senin, 13 April 2026
GIANYAR - Komunitas Healing On The Run (HOTR) resmi menetapkan kegiatan MatuRUN—lari sekaligus perjalanan spiritual menuju Pura Besakih—sebagai agenda tahunan setelah pelaksanaan ketiganya pada Minggu (12/4) yang diikuti 30 peserta dengan menempuh jarak 33 kilometer.
Koordinator HOTR Goes, Jhoni didampingi Ketua panitia Maturun 2026, Bli Chatos, menjelaskan kegiatan ini lahir dari keinginan untuk tangkil ke Besakih dengan cara berbeda. Bukan sekadar sampai di tujuan, tetapi merasakan proses perjalanan spiritual seperti yang dilakukan leluhur Bali pada masa lalu. “Dulu sebelum ada kendaraan, leluhur kita berjalan kaki bahkan tanpa alas. Itu yang ingin kita rasakan kembali, bukan soal kuno atau modern,” ujarnya.
Komunitas HOTR yang dipimpin Ida Bagus Jhoni, seorang arsitek, sebelumnya telah melaksanakan kegiatan serupa dan mendapat respons positif. Dari sanalah muncul komitmen untuk menjadikan Maturun sebagai agenda rutin tahunan, khususnya bertepatan dengan rangkaian karya Ida Betara Turun Kabeh (IBTK) di Besakih.
Sebanyak 30 peserta yang ambil bagian tahun ini merupakan pelari yang telah terseleksi. Mereka wajib memiliki endurance yang baik dan terbiasa melakukan long run. Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak orang berlari, melainkan perjalanan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. "Peserta MatuRun tahun ini merupakan orang-orang yang gemar olahraga Lari. Kita tahu sendiri olahraga ini setiap tahunnya semakin diminati oleh semua kalangan baik remaja maupun orangtua, dan jujur kami juga kaget ternyata banyak yang mau ikut jadi kita seleksi orang-orangnya. Mereka yang ikut harus orang-orang yang sudah memiliki Endurance Lari yang cukup terlatih jadi gak asal ngajak orang lari ke Pura Besakih," tegasnya.
Dalam perjalanan, peserta hanya membawa logistik sederhana berupa air minum, makanan ringan, dan energy gel. Dukungan datang dari tim support serta warga desa yang dilalui, yang menyediakan water station, air mineral, hingga minuman isotonik. Kebersamaan dan semangat gotong royong terasa kuat sepanjang rute.
Salah satu peserta bahkan menjadi sorotan, yakni seorang perempuan berusia 60 tahun asal Klungkung yang berhasil mencapai Besakih paling cepat. Hal ini menunjukkan bahwa Maturun bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tekad dan semangat. "Tahun ini salah satu peserta kita atas nama Bu Evy dari Klungkung umur 60 Tahun semangat sekali untuk mengikuti acara ini bahkan ibu ini paling cepat sampai di Pura Besakih," ungkap Chatos.
Untuk mengantisipasi risiko, panitia telah menyiapkan obat-obatan serta sistem evakuasi jika ada peserta mengalami kelelahan atau kram. "Perserta yang kelelahan atau keram kaki, kami sudah menyiapkan obat obatan dan kalau memang tidak bisa melanjutkan tentunya kita akan Evakuasi dengan menghubungi teman yang menjadi team support dan Astungkara semua finish tanpa ada halangan," ungkap Bli Chatos, pelari yang anggota Polres Gianyar ini.
Setibanya di kawasan Besakih, peserta beristirahat di rumah warga yang difasilitasi Jero Mangku Jelantik, kemudian mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, mereka melaksanakan persembahyangan di pedharman masing-masing dan bertemu kembali di Penataran Agung Pura Besakih.
Tak hanya berlari dan bersembahyang, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial. "Dukungan dari komunitas lari dan relasi dikumpulkan dan disalurkan sebagai dana punia di Pura Besakih," jelasnya.
Ke depan, MatuRun diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat spiritualitas. Semangat yang diwariskan leluhur—kuat secara fisik dan batin—coba dihidupkan kembali melalui langkah-langkah sederhana menuju Besakih. "Teman teman yang mau join next kita akan lakukan acara MatuRUN ini secara rutin disetiap tahunnya, Jadi teman teman yang mau Join semangat berlatih ya sering sering latihan Long Run atau lari jarak jauh, disamping fisik kalian lebih terlatih efeknya juga berpengaruh ke nafas dan tubuh kalian juga akan semakin sehat, pokoknya intinya semangat berolahraga menjadi generasi kuat dan tangguh," sarannya.
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait