Dewata6

-

Call:087762536261

infodewata6@gmail.com

HUT ke-5 Jadi Momentum RS Kenak Medika Tampilkan Kualitas dan Kepercayaan Publik

*Kami membangun rumah sakit ini bukan untuk satu pasar tertentu, bukan hanya untuk wisatawan asing, tetapi untuk semua masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan

Senin, 13 April 2026

Dewata6

GIANYAR - Rumah Sakit Kenak Medika di kawasan Ubud menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan terjangkau berstandar internasional bertepatan dengan perayaan HUT ke-5 pada Sabtu (11/4/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus penguatan pelayanan bagi masyarakat lokal dan wisatawan.

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi manajemen dan seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat komitmen dalam memberikan layanan medis yang berkualitas, terjangkau, serta berstandar internasional bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Direktur RS Kenak Medika, I Gusti Ngurah Agung Mahajaya, dalam wawancara menyampaikan bahwa perjalanan rumah sakit ini dimulai dari sebuah klinik pada 2021, sebelum akhirnya berkembang menjadi rumah sakit pada 2022. "Kami membangun rumah sakit ini bukan untuk satu pasar tertentu, bukan hanya untuk wisatawan asing, tetapi untuk semua masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Latar belakang pengalaman di industri perhotelan selama 15 tahun turut memengaruhi konsep pelayanan di Kenak Medika. Ia ingin menghadirkan rumah sakit dengan kualitas layanan yang setara dengan standar fasilitas pariwisata di Ubud.

“Ubud dikenal sebagai destinasi kelas dunia dengan hotel berbintang. Kami melihat kebutuhan akan rumah sakit dengan standar yang juga tinggi, baik dari segi fasilitas maupun kenyamanan,” kata Mahajaya.

Meski awalnya sempat dipersepsikan sebagai rumah sakit dengan biaya mahal, Mahajaya menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, kepercayaan masyarakat lokal terus meningkat.

“Sekarang masyarakat sudah mulai terbuka. Mereka datang kembali karena mengetahui bahwa layanan di sini juga terjangkau, termasuk melalui BPJS Kesehatan,” jelasnya.

RS Kenak Medika saat ini berstatus rumah sakit tipe D dengan kapasitas 50 tempat tidur, didukung 12 poliklinik serta 36 dokter spesialis. Total tenaga kerja mencapai 239 orang, terdiri dari tenaga medis dan nonmedis.

Dalam perkembangannya, rumah sakit ini juga terus melakukan peningkatan fasilitas secara bertahap. Mulai dari operasional sebagai rumah sakit pada 2022, kerja sama dengan BPJS pada 2023, hingga penambahan berbagai alat medis modern pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami selalu meng-upgrade alat medis setiap tahun. Ke depan, kami juga akan menghadirkan teknologi operasi dengan kamera kecil untuk meningkatkan kualitas layanan bedah,” ungkapnya.

Mahajaya menambahkan, strategi utama pengembangan rumah sakit tidak hanya berfokus pada wisatawan, melainkan masyarakat lokal sebagai basis utama pelayanan.

“Kami belajar dari pandemi. Jika hanya bergantung pada satu pasar, itu sangat berisiko. Masyarakat lokal adalah fondasi utama yang harus dilayani dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarrumah sakit di wilayah Ubud, dibandingkan persaingan.

“Kami tidak melihat rumah sakit lain sebagai kompetitor, tetapi sebagai pelengkap. Jika satu tidak bisa menangani, bisa dirujuk ke yang lain,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar di sektor kesehatan saat ini adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis.

“Persaingan yang sebenarnya adalah dalam mencari dokter, karena jumlahnya masih terbatas,” imbuhnya.

Dalam lima tahun perjalanannya, RS Kenak Medika juga aktif menjangkau masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan hingga ke tingkat desa, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas.

Mahajaya berharap, ke depan rumah sakit ini dapat terus berkembang, termasuk meningkatkan status menjadi rumah sakit tipe C, seiring dengan kebutuhan masyarakat dan kapasitas yang dimiliki.

“Tujuan kami tetap sama, yaitu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, dengan kenyamanan, keamanan, dan standar yang terus meningkat,” pungkasnya.


Berita Terkini